MINTA MAAF

Saya baru aja pindah kerja, kurang lebih 3 bulan lah lamanya. Dan saya kaget banget sesampainya di sana. Suasananya gak “enak” banget. Satu sama lain saling benci dan ngomongin dari belakang. Haiya.. pengen pindah lagi rasanya.

Dan yang terparah adalah hampir semua staff di sana, benci banget sama si bos. Gak tau sih apa penyebabnya, yang jelas, saya yang tadinya sangat suka sama si bos, karena buat saya dia baik dan sopan, lama kelamaan jadi mulai gak suka juga sama dia. Secara hampir setiap hari saya denger cerita gak enak tentang dia. Saya jadi bingung, dalam hati saya bertanya-tanya, “Duh, mana yang bener nih?”. Si bos tetep berlaku sangat baik dan sopan sama saya, sedangkan omongan gak “enak” tentang dia juga jalan terus.

Akhirnya Lebaran, si hari nan Fitri pun tiba. Seorang senior, yang selama ini ngajarin saya, adalah orang yang paling benci sama si bos. Di hari terakhir puasa pun, dia masih aja menghina dan memikirkan hal buruk tentang si bos. Intinya amit-amit deh si bos.

Di hari pertama kerja setelah libur Lebaran, teman-teman kantor yang merayakan saling bersalam-salaman, bermaaf-maafan, termasuk senior saya itu. Dan… (musik dan suasana tegang merasuk) terdengarlah suara langkah kaki si bos. Saya menunggu-nunggu apa yang akan terjadi. Dan ternyata, kisah paling haru (selama saya bekerja di sana) pun terjadi. Senior saya, berdiri, tersenyum, dan langsung mendatangi si bos, memeluk, cipika cipiki, sambil bilang, “Minal Aidin Wal Faidzin ya Bu, maaf lahir batin.” Si bos pun membalas dengan senyuman, pelukan, cipika cipiki, sambil bilang, “Iya sama-sama, maafin saya juga ya…”.

Kejadian itu berlangsung sangat singkat, tapi mata saya langsung berkaca-kaca, seneng dan bangga  rasanya. Oh ya, FYI, si bos adalah orang Kristen. Setelah kejadian itu, senior saya gak pernah lagi ngomongin si bos yang jelek-jelek, ato ngatain si bos dengan kasar, bahkan mereka sering ngobrol sekarang.

Nah, yang mau saya share adalah, saat kita benci dengan seseorang, bahkan mungkin sangat benci atau saat hubungan kita dengan orang lain sedang tidak baik bahkan buruk, walaupun bukan kita yang salah, MINTA MAAF adalah hal pertama yang harus dilakukan. Gak peduli siapa yang salah atau apa yang akan terjadi nanti. Karena dengan minta maaf, kita memaafkan diri kita yang mungkin melakukan kesalahan, diri kita yang udah benci sama dia, dan yang terpenting kita juga memaafkan kesalahan orang itu. So, maukah kita melakukannya? (Nita-INSIDE)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: