LIFE IS BEAUTIFUL

Salah satu film favoritku adalah Life Is Beautiful, film drama komedi pemenang Academy Award tahun 2000 untuk skenario terbaik kategori film non Amerika. Menceritakan tentang kasih seorang ayah yang tidak ingin anaknya yang masih kecil menderita. Di tengah tekanan Nazi jaman itu, sang ayah yang adalah keturunan Yahudi harus mengalami kerja paksa sementara orang yang tidak mampu bekerja-seperti anak kecil dan orang tua-habis dibantai. Sang ayah punya akal, ia mengatakan kepada anaknya bahwa semua yang terjadi adalah sebuah permainan seperti petak umpet dengan Nazi, jangan sampai ketahuan dan jika mengikuti aturan akan mendapat poin dan jika bisa ngumpulin 1000 poin maka akan dapet hadiah utama. So, sementara semua dianiaya oleh Nazi, si anak menikmati masa kecilnya bermain petak umpet dengan gembira karena ia memandang semuanya hanyalah permainan.

TERGANTUNG KACAMATA

Life is beautiful, betul kata Antonio Benigni, pemain ayah dalam film itu, tergantung bagaimana kita memandangnya. Optimis or pesimis.

Si Yobulu dan Mapili, sebut saja begitu, adalah teman segenk-nya Yosua dan Kaleb. Mereka adalah empat orang dari selusin orang yang diutus Musa buat survey juga, kali ini ke tanah Kanaan, sebelum mereka semua bisa masuk ke kota itu. Pulangnya mereka laporan. Si Yobulu dan Mapili berkata, “Musa, di Kanaan buanyak raksasa, dan kita kayak belalang en bisa dijadiin santapan buat mereka! Sebaiknya kita jangan masuk ke sana!”. Serupa tapi tak sama hasil laporannya Yosua dan Kaleb, “Musa, Kanaan buanyak raksasa, dan mereka bagaikan belalang en sarapan buat kita, karena kita datang bersama Tuhan pencipta langit bumi! Mari kita masuk ke dalamnya!”. Pesimis atau optimis tergantung kacamata.

Seekor hamster kaku melihat seekor kobra menatapnya penuh rasa lapar. Mata kobra menghipnotis menusuk bola mata dan nyali si hamster yang tak bisa menggerakkan anggota badannya karena tiba-tiba kaku, padahal si kobra masih dua meter jaraknya. Sampai akhirnya seorang pengembara menghalangi pandangan si hamster sehingga dia dengan secepat kilat masuk ke lubang pohon. Coba kalo dari tadi si hamster nggak terfokus sama si kobra, pasti nggak kaku dan bisa langsung lari. Tergantung kacamata!

Daud dibanding kakak-kakaknya? Jauuh man! Daud kecil imut sementara kakak-kakaknya tinggi besar en udah digojlok di militer. Lalu Daud dibanding Goliat? Bukan jauh lagi, tapi puluhan kali bolak balik Cirebon-Venezuela nggak nyampe-nyampe saking jauhnya. Raja Saul dan orang Israel mukanya pucat pasi, lidah menjulur, mata melotot, keringat membanjir, gara-gara ketakutan sama Goliat. Tapi apa kata si imut Daud? “Dasar Goliat bongsor, kamu boleh datang pake pedang panjang, tapi aku datang dalam nama Tuhan pencipta langit dan bumi!” dan syut… BAM! jidat Goliat ancur kena ketepel Daud. Gubrak! Pesimis atau optimis. Daud memakai kacamata Allah, melihat kepada Allah dan bukan pada Goliat. Tergantung kacamata.

Pas Stefanus dilempari batu, ia memakai kacamata Allah, ia tidak melihat batu-batu itu, tetapi melihat orang-orang yang melemparinya dan berdoa mengampuninya. Pas murid-murid Yesus terjebak cuaca badai di tengah laut, mereka salah memakai kacamata, yang hanya melihat badai, padahal disitu ada Yesus sang pencipta cuaca.

Pas kita berhadapan dengan iblis, muka dengan muka, pakelah kacamata yang tepat, sehingga kita nggak terfokus pada taring si iblis yang cuman boongan, tetapi kepada sendal yang dipake Yesus yang siap menginjak-injak si iblis. (Lukas 10:19).

Kacamata apa yang sedang kita pake? Itu akan sangat menentukan jalan hidup kita. Sayangnya, pas kita lagi dalam masalah, seringkali kita salah pake kacamata yang hanya melihat kepada besarnya masalah itu, akibatnya kita jadi menyerah pada keadaan, hati jadi pahit dan kecewa sama orang lain, pikiran jadi pesimis melulu, iman tidak lagi berfungsi dan masalah rasanya besaaar sekali. Padahal ada yang lebih besar. Tuhan Yesus! (Fery! www.kacamata3d.blogspot.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: