TETAP KUAT SELALU

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini…(Roma 12:2)

Ayat di atas rasanya lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Coba kalau kita mau jujur pada diri sendiri, mana yang lebih banyak mempengaruhi kita, dunia atau Alkitab? Memang tidak mudah hidup di zaman ini, di mana kita dibombardir dengan serangan “keduniawian” dari berbagai penjuru. Mulai dari bangun tidur sampai akan tidur lagi, kita selalu berhadapan dengan godaan untuk menjadi duniawi. Pertanyaannya, apakah mungkin bagi kita untuk tetap hidup dalam dunia tapi tidak terpengaruh oleh dunia?

Jawabannya: sangat mungkin. Caranya? Tertulis di Roma 12:2, “…tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu…” atau dalam bahasa Inggrisnya lebih jelas lagi, “…but be transformed by the renewing of your mind…”, yaitu: mengubah pikiran kita, dengan cara mengubah asupan pikiran sehari-hari.

Pikiran kita dipengaruhi oleh dua asupan utama: apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar. Jadi kalau kita mau merubah pikiran kita, pastikan kita merubah apa yang kita dengar dan lihat. Itu berarti termasuk bacaan, musik, film, situs internet.

Lalu, apa yang seharusnya kita lihat dan dengar? Paulus memberikan jawabannya di Filipi 4:8, Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji.”

Ayat ini cukup “terkenal”, tapi kenyataannya masih banyak orang Kristen yang akhirnya “menjadi serupa dengan dunia ini.” Kenapa? Karena mengetahui saja tidak cukup, melainkan perlu melakukannya! Melakukan memang jauh lebih sulit daripada sekedar mengetahui. Karena untuk melakukan Firman Tuhan, kita butuh energi. Bukan saja energi fisik (lewat makan makanan bergizi, istirahat cukup, dan berolahraga), tapi juga energi rohani.

Berikut dua cara efektif untuk kita bisa punya energi yang dibutuhkan supaya bisa hidup di dunia ini tapi tidak menjadi sama dengan dunia.

1. Makan makanan rohani

Membaca, merenungkan Firman Allah harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari keseharian kita kalau mau kuat dalam menghadapi godaan dunia yang semakin menjadi. Sudahkah kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari?

2. Berkomunitas

Kita tidak bisa menjadi kuat kalau sendirian. Tapi, akan berbeda kondisinya kalau kita dikelilingi oleh orang-orang yang kuat secara rohani (baca: sungguh2 kenal, cinta dan takut akan TUHAN, bukan sekedar “kamuflase”), kemungkinan kita menjadi kuat lebih besar. Jadi pastikan kita punya komunitas orang-orang yang kuat atau minimal orang-orang yang punya visi sama dengan kita, salah satunya untuk berani tampil beda dari dunia. Berdua lebih baik dari pada seorang diri. (Pengkhotbah 4:9) (denny pranolo)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: