The Passion of Passions

Kalau ditanya apa yang jadi passion kita, apa yang akan kita jawab? Mungkin beragam. Dari yang rohani sampai yang ngeyel. Dari yang punya passion memenangkan banyak jiwa sampai punya passion bikin toko makanan kelinci.

Well anyway, nggak jadi masalah apa yang jadi passion kita, selama itu tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Tapi ada satu passion yang harusnya kita semua, orang Kristen, punya. Harus jadi dasar bagi semua passion yang lain. Yaitu the passion of passions. Passion terbesar, terutama, terpenting, yang wajib kita punya dan selalu jaga dalam hidup. Apakah itu? Menyenangkan hati Tuhan dan hidup menurut rencana-Nya!

Pertanyaan selanjutnya: bagaimana cara memilikinya?

Ada 2 langkah praktis yang bisa kita lakukan:

1: Bangun mezbah

Mezbah bukan dalam arti literal, tapi secara rohani. Mezbah adalah lambang penyerahan kita pada Tuhan. Mezbah adalah lambang pengakuan kita akan kedaulatan-Nya. Karena di mezbah kita mempersembahkan semua yang kita punya (passion, mimpi, harapan, keinginan) kepada Dia dan membiarkan Dia membakar habis semuanya.

Di Perjanjian Lama, mezbah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan umat. Secara rohani hal yang sama berlaku bagi kita. Kita harus menjadikan mezbah sebagai bagian dari kehidupan kita. Artinya tidak cukup cuma sekali mempersembahkan diri. Tapi harus berkali-kali, setiap hari.

Bagaimana langkah praktisnya? Berdoalah seperti Yesus, ‘janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki’ (Matius 26:39). Nyatakan keinginan kita pada-Nya dalam doa, tapi akhirilah dengan pernyataan ‘jadilah kehendak-Mu dalam hidupku.’ Itulah cara kita mempersembahkan diri pada-Nya.

2: Bangun Hubungan dengan Tuhan

Yang namanya passion, semangat, atau apapun namanya itu bersifat menular. Coba dekat-dekat dengan orang yang bersemangat, kita pasti ikut semangat dan sebaliknya, dekat-dekat dengan orang yang lesu, akan membuat kita ikut lesu. Jadi, kalau kita mau mendapatkan passion-Nya Tuhan, dekat-dekatlah dengan Dia.

Anjuran untuk saat teduh mungkin terdengar klise. Tapi itulah kunci untuk mendapatkan passion-Nya. Membaca, merenungkan Firman-Nya, menghabiskan waktu dengan berdoa. Tidak ada yang salah dengan semua itu.

Ingat! Lakukan dengan hati

Tidak masalah saat kita melakukan sesuatu buat Dia tetapi malah berakhir dengan kegagalan, atau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Yang penting kita melakukannya dengan the passion of passions. Dengan hati yang ingin menyenangkan Dia. (denny pranolo)

Allah tidak melihat apa yang ada di depan mata, tapi melihat hati (1 Samuel 16:7b).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: