Doa dan Puasa

Definisi paling sederhana dari doa, yaitu: bicara. Apapun bentuk doanya, doa syafaat, peperangan, kesembuhan, makan, sebelum tidur, bangun tidur, kita berbicara pada saat kita berdoa (termasuk bicara dalam hati). Dan yang namanya bicara tidak satu arah. Nah, lawan bicara waktu kita berdoa adalah Tuhan. Dengan pengertian ini, kita akan melihat doa bukan sekedar sebagai kegiatan tapi sarana untuk makin dekat dengan Tuhan.

Perhatikan pasangan yang sedang menjalin hubungan. Mereka  selalu hobi ngobrol. Karena dengan begitu hubungan mereka tambah dalam dan mereka saling mengenal satu sama lain. Tuhan adalah pasangan kita secara rohani. Bagaimana kita bisa lebih dekat, lebih kenal dengan pasangan rohani kita kalau tidak pernah ngobrol dengan Dia?

Coba perhatikan lagi pasangan yang lagi menjalin hubungan. Mereka suka membicarakan apa saja, di mana saja, asal ada kesempatan. Hal yang sama seharusnya berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Di mana saja, kapan saja, kita bisa ngobrol dengan Dia tentang apa saja. Dan kebiasaan ini harus dilatih, kalau tidak akan kaku.

Tapi ingat: seperti pasangan yang lagi menjalin hubungan, di samping ngobrol kapan saja, di mana saja, mereka selalu punya waktu khusus untuk ngobrol berdua tentang hal-hal yang lebih pribadi. Begitu juga dengan Tuhan. Jangan mentang-mentang kita bisa kapan saja, di mana saja berdoa pada Dia, lalu kita tidak punya waktu khusus berduaan dengan Dia. Itu tetap perlu. Karena waktu kita cuma berduaan dengan Dia ada hal-hal pribadi yang Dia akan berikan pada kita.

SUDAHKAH BERPUASA HARI INI?

Kita semua tahu manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Dan kita juga tahu kalau tubuh dan jiwa itu harus ditundukkan dan dikuasai oleh roh. Bahkan Paulus di 1 Korintus 9:27 mengatakan kalau dia  “melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya.” Berarti masalah melatih tubuh ini sangat penting sampai-sampai dimasukkan Alkitab.

Pertanyaannya bagaimana cara kita melatih tubuh kita dan menguasainya seluruhnya? Ada satu cara sederhana. Puasa.

Puasa sebenarnya bukan sekedar menahan lapar dan haus saja. Puasa adalah salah satu bentuk menyangkal diri dan memikul salib yang paling sederhana. Kenapa? Karena makan (dan minum) sudah tidak terpisahkan dari hidup kita sehingga sadar atau tidak hidup kita dikendalikan perut. Dengan berpuasa kita mengembalikan keseimbangan ini: Makan untuk hidup bukan hidup untuk makan. Dengan berpuasa kita sedang melatih tubuh kita tunduk kepada roh kita karena seharusnya rohlah yang menguasai.

Tentu saja supaya hal itu bisa terjadi kita harus barengi puasa dengan memberi makan roh kita Firman dan doa. Kalau kita menghabiskan waktu puasa tidak makan minum saja, tanpa memberi makan roh kita, tidak akan ada yang terjadi. Praktisnya gantikan waktu makan kita saat puasa untuk memberi makan roh kita. Baru puasa kita akan terasa manfaatnya.

Dan karena sifatnya yang penting ini, ada baiknya kita berpuasa secara teratur, disesuaikan dengan kemampuan. Jadi sudahkan teman-teman berpuasa hari ini? (denny pranolo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: