Panggilan Tuhan Atau…?

Mendengar suara TUHAN memang gak gampang. Siapa juga yang tahu bahwa apa yang sedang kita jalani: dalam pekerjaan, bisnis, pelayanan, ternyata “salah” karena seharusnya TUHAN ingin kita melakukan hal lain dan bukan itu.

Tapi sesungguhnya, kalau kita mau belajar peka dan mau menghidupi panggilan TUHAN (saja) (yang pastinya menghasilkan buah!) kita bisa kok. Selain berdoa dan selalu memberi TUHAN kesempatan menuntun kita sebelum mengambil keputusan, tanyakan ke diri sendiri: “Apakah saya maksimal di sini?”, “Apakah yang saya lakukan memberkati orang lain/berdampak buat sekeliling saya?”

Ada 2 hal yang bisa jadi “tanda” apakah kita menghidupi panggilan TUHAN atau tidak:

#1: Feed-back

Contoh: Si A menjadi Gembala di sebuah gereja. Tapi ternyata feed-back yang masuk dari jemaat/pengerja yang dia gembalakan adalah “Si A gak punya hati gembala”, “diajak konseling pengerja yang lagi bingung, justru ngoper ke orang lain”, dll. Si A harus instrospeksi. Apa benar dia dipanggil TUHAN jadi gembala, atau “ditunjuk manusia”, atau bahkan “menunjuk diri sendiri”?

Dimanapun berada saat ini, kita harus mau terima feed-back dari orang lain. Karena dari merekalah kita bisa tahu apakah yang kita kerjakan terlihat (diakui) hasilnya oleh orang lain.

#2: Prioritas Hidup

Waktu kita mulai sibuk sana-sini sampai “gak jelas juntrungannya”, istilahnya kita sudah “menabur banyak” tapi “menuai sedikit” sepertinya kita harus koreksi diri. There must be something wrong! Kalau begini, sepertinya sudah saatnya kita “berhenti dari semua kesibukan” untuk  menata kembali prioritas hidup dengan benar: pertama Tuhan, kedua keluarga, dan ketiga baru pekerjaan/pelayanan. Jangan dibalik-balik!

Pastikan bahwa apa yang kita lakukan, sudah tepat. Yaitu sudah sesuai dengan apa yang TUHAN ingin kita lakukan (baca: sesuai kehendak TUHAN). Sebaliknya, jangan merasa “menghidupi panggilan TUHAN” padahal TUHAN tidak pernah menginginkan kita mengerjakan hal itu. (R-INSIDE)

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 7:21)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: