Why We Need GOD?

Why we need GOD, adalah salah satu pertanyaan yang sering kita lontarkan. Pertanyaan ini sekaligus menarik dan menguras emosi jiwa, saat kita membahasnya, entah dengan pandangan modern, “jadul” atau post-mo, ataupun dengan pemikiran: ilmiah, pengetahuan non-teknik, ataupun pendekatan kebudayaan.”

Alasan mengapa kita semua membutuhkan TUHAN adalah karena kita sebagai manusia akan selalu berhadapan dengan saat dimana kita (sedang) tidak berpengharapan lagi.

Contoh: Pada saat kita gagal ujian, atau saat “orang yang kita kasihi” meninggalkan kita – entahkah itu pacar, orangtua dan lain-lain. Ataukah saat pesawat terbang yang kita tumpangi sedang “mengalami badai turbulen selama beberapa detik di udara.”

Bila kita (pernah) mengalami (salah satu hal diatas), dan atau hal-hal “buruk” lainnya, maka saat itulah kita akan tahu bagaimana rasanya mempunyai pengharapan (melalui dan dalam doa-doa kita), sekaligus mengapa kita amat sangat membutuhkan TUHAN.

Tapi bagaimana dengan orang yang tidak pernah mengalami hal-hal “buruk” dalam hidupnya, apakah mereka akan membutuhkan Tuhan? Jawabannya:It’s only a matter of time. Because everyone will!

Dan arti dari pengharapan adalah karunia yang indah dan besar dari TUHAN kita, Yesus Kristus. Pengharapan adalah kekuatan dan keberanian yang diberikanNYA untuk kita dalam menghadapi cobaan dan tekanan yang paling keras/berat dalam hidup kita sebagai manusia (yang “sesungguhnya”hanyalah sebentar saja).

Charles R Swindoll, dalam bukunya “Hope Again” melukiskan betapa kita semua memerlukan TUHAN YESUS, sebagai satu-satunya pribadi yang mampu mengatasi semua masalah dan persoalan manusia. Entahkah itu masalah sepele, kecil, sedang, bahkan masalah yang dahsyat sekalipun.

Ketika kita terjebak dalam lorong kesedihan, pengharapan-lah yang menunjukkan adanya cahaya di ujung sana. Ketika tenaga kita terkuras karena pekerjaan dan kelelahan yang hebat, pengharapan-lah yang memberikan energi baru yang segar. Bahkan ketika kita berputus-asa, tergoda untuk berhenti dan menyerah; maka pengharapan-lah menjadi satu-satunya hal yang dibutuhkan. Ketika kita kehilangan arah dalam hidup, merasa tidak memiliki masa depan, ditolak bahkan ditinggalkan, maka pengharapan-lah yang diperlukan. Dan saat kita mengucapkan salam perpisahan terakhir kepada orang-orang yang kita cintai, maka pengharapan tentang adanya kehidupan sesudah kematian yang membuat kita (semua) behasil mengatasi rasa duka-cita kita tersebut.

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita… (Ibrani 6:19)

Jadi jika pengharapan adalah karunia dari TUHAN, maka pertanyaan: Why we need GOD, terjawab sudah. Sebab tidak ada seorang manusiapun yang tidak “melewati” masa-masa berat dan berbeban dalam (setiap aspek) kehidupannya.

Kepastian hanya ada didalam DIA. Hari esok juga ditanganNYA. Itu sebabnya, pengharapan akan menjadi satu-satunya hal yang dibutuhkan manusia. Dan berharap kepada TUHAN adalah pengharapan sempurna, yang tidak akan pernah sia-sia. Masihkah kita bertanya “Why we need God?” (Gunawan Winata, Konsultan Manajemen dan SDM, http://www.dsc-ina.web.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: