It’s All About GOD

Satu Hasil/Produk tidak bisa dipisahkan dari Penciptanya. Contoh, desain sebuah baju, terhubung langsung ke desainernya untuk pilihan warna dan model (Baju-Desainer). Buku-Penulis. Lagu-Pencipta lagu. Kepemimpinan-Pemimpin, dll. Terlebih lagi manusia! Manusia tidak dapat dipisahkan dari Penciptanya/The Creator yaitu Tuhan. Dalam Kej 1:31, tertulis bahwa manusia adalah ciptaan TUHAN yang Sungguh Amat Baik atau Best of the best!

Jadi, oleh karena itu, dalam menjalani kehidupannya di dunia, manusia membutuhkan penciptaNYA, sejak hari pertama ia lahir, sampai kembali ke Sang Pencipta. Tepat seperti yang tertulis dalam Roma 11:36, sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama lamanya.” (Bayangkan seperti proses bahan baku menjadi barang jadi: Bahan Baku > Proses > Barang Jadi).

Pertama: Segala sesuatu adalah dari Dia  (=Sumber/Resources)

Seorang perancang mode akan menuangkan idenya ke dalam desain ciptaannya. Dan untuk menghasilkan rancangan “master piece”, dia harus memakai BAHAN BAKU (Resources) yang sesuai sekaligus terbaik. Memilih jenis dan corak kain, warna, kancing, pola, dll. Hasilnya akan mencerminkan si perancang itu sendiri. Begitu juga TUHAN.

Setiap kita sebagai ciptaanNya terdiri dari “Bahan Baku” yang berbeda dan unik (lain dari yang lain)! Terlihat dari FISIK (warna kulit, bentuk tubuh/wajah, tinggi badan, jenis rambut, jenis suara, dll), PSIKIS (periang, pendiam, emosional, tegar dll), INTELEKTUAL (pintar matematika, bahasa, dll), dll, yang berbeda setiap pribadi. Tapi semua bersumber dari Tuhan, dan mencerminkan Dia.

Tuhan selalu memilih sumber yang terbaik dalam menciptakan manusia. Jadi: Jangan pernah merasa Rendah Diri atas “ORIGINALITAS” kita. Tapi mari kita datang kepada Tuhan yang adalah SUMBER dari Segala Sesuatu. Dia siap memperlengkapi kita dengan sumber-sumber terbaik lainnya sesuai yang kita butuhkan dalam perjalanan kehidupan kita di dunia.

Kedua: Segala sesuatu adalah oleh Dia (=Proses)

Bahan baku sebuah pakaian akan melalui proses lebih lanjut. Ada yang dipotong, dijahit, dilipat, direndam dalam suhu panas, dll. Semua  proses, walaupun memakan waktu dan menyakitkan, akan membuat bahan baku berubah menjadi pakaian siap pakai dengan NILAI jauh lebih tinggi. Dan di dalam proses ini, si perancang akan senantiasa melakukan kontrol agar hasilnya sesuai yang diinginkan.

Begitu pun manusia. Dalam menjalani kehidupan, kita akan mengalami proses kehidupan. Ditolak, direndahkan, disakiti, dipermalukan, dll. Mengalami tekanan, kehilangan, kegagalan, dll. Semua untuk meningkatkan NILAI dari si manusia itu sendiri. Selama proses berlangsung, manusia harus selalu melekat/bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. “Sebab di luar AKU, kamu tidak dapat berbuat apa apa” (Yoh 15:6b)

Dan karena TUHAN-lah PIC (Person In Charge)  atas kehidupan kita, maka jangan putus asa atau menyerah, tetapi tetaplah bersandar kepada Tuhan, berseru meminta tuntunan atau jalan keluar dariNYA, maka kita pasti keluar sebagai pemenang, bahkan Lebih dari Pemenang! Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yer 29:11)

Ketiga: Segala sesuatu adalah kepada Dia (=Barang Jadi)

Akhirnya jadilah baju tadi dan mulai didistribusi ke toko-toko pakaian. Dan karena dibuat dari bahan terbaik, diproses sebaik mungkin, baju itu menjadi ”Best Seller Dress”,  jadi trend dan digandrungi banyak orang. ”Keberhasilan” ini milik si Perancang.

Begitu juga dengan kita. Semua yang kita capai: penghasilan besar, posisi tinggi, keberhasilan finansial, dihormati banyak orang, dll, adalah karena Tuhan. Jadi hanya Dialah yang layak menerima segala Kemuliaan. Jangan tinggi hati/sombong, tapi kita harus berani berkata: Not about me, but It’s all about GOD! Kembalikan semua kemuliaan hanya bagi Tuhan. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Amsal  3:6). — (Lovina Linawati Santoso-INSIDE)

Pengalaman buruk yang pernah dialami…

Lielys, 22, Marketing

Terlalu cepat mengambil keputusan krn tidak sabar menunggu jawaban doa.


Sylvina Angela Alimangku, 28, Assistant Manager

Dimanfaatkan oleh orang lain untuk tujuan yg buruk.

Marsyella Stevanie Alimangku, 23, Marketing

Tidak direstui oleh orang tua.

Susanty Go, 31, Finance
Waktu kerja, melakukan kesalahan yg fatalll bgttt (berhub dgn uang 1 milliaran) tp krn kasih karunia Tuhan, Tuhan tolong aku (bos yg paling aku takutin, memaafkan aku), THX God.

DessyChandrawati, 23, teller

Dompet ilank beserta isi2nya, yang terparah adalah kartu kredit dengan limit belasan juga dipakai ampe abis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: