HUBUNGAN YANG SEHAT

Sebuah hubungan disebut “sehat” jika didalamnya selalu diisi dengan “memberi” dan atas dasar kasih yang tulus! Sebaliknya, hubungan tidak sehat selalu diisi dengan “menuntut”/”meminta”. Tampak luar sih kita terlihat “memberi” memang, tapi bukan atas dasar kasih, melainkan “kebutuhan untuk disukai, dikagumi, diperhatikan, dan kebutuhan akan privasi”.

Nah, coba, tanyakan kepada diri sendiri, apakah kita termasuk:

  1. Orang yang suka menyenangkan orang lain/people pleaser? Cirinya, kita selalu mencoba baik, lemah lembut, dan tersenyum kepada semua orang, dengan tujuan supaya disukai. Kita butuh untuk disukai orang lain.
  2. Orang yang berjuang habis-habisan demi posisi, jabatan, dan hal-hal luar biasa, dengan tujuan supaya dikagumi. Kita butuh untuk dikagumi orang lain.
  3. Orang yang suka memberontak, pemarah, tidak taat aturan, dan menolak setiap orang disekelilingnya. Tujuannya, supaya diperhatikan. Kita butuh perhatian orang lain.
  4. Orang yang pernah jadi korban pelecehan (secara verbal maupun fisik). Biasanya kita cenderung melindungi diri dengan “benteng kokoh” supaya tidak ada orang lain yang berani mendekati. Kita butuh “privasi” yang berlebihan/sangat tertutup karena takut ditolak orang lain.

Ke-4 nya biar gampang, kita sebut saja sebagai orang yang “butuh”.

Biasanya, kalau kita termasuk salah satu dari di atas, akan suliiiittt menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain! Kenapa?

Biasanya orang yang “butuh” tertarik dengan orang yang “butuh” juga. Contoh, Ana menikahi Bono yang alkoholik. Tiap kali Bono mabok, dia akan memukuli Ana. Ana kabur dari rumah menyelamatkan diri. Besok setelah sadar, Bono nangis2, minta maaf  dan memohon Ana untuk mau pulang rumah. Ana merasa kasian, dan balik ke rumah. Hari berikut, Bono mabok lagi, memukuli Ana lagi, Ana kabur dari rumah (lagi), Bono sadar (lagi), memohon2 ke Ana, dan Ana balik (lagi) ke rumah, terus dan terus seperti itu. Selidik punya selidik, Ana rela dipukuli Bono, ternyata bukan karena cinta, tapi karena “butuh” alias “kepingin merasa dibutuhkan oleh orang lain”. Ckckck…Kasian… Sebaliknya Bono termasuk orang yang “haus perhatian”. Ini jelas bukan hubungan yang sehat! Dan keduanya makin terpuruk.

Ketahuilah bahwa perubahan itu datang dari dalam, yaitu dari diri sendiri! Oleh sebab itu, kalau kita termasuk dari 4 kategori “orang butuh” di atas, maka jangan terus diam dalam kondisi yang sama, tapi carilah “kesembuhan”dengan:

1. Datanglah kepada TUHAN YESUS dengan jujur dan terbuka!

Akuilah keadaan diri kita seperti ini, ini dan ini di hadapanNYA dan minta TUHAN menyembuhkan kita. Bisa lewat doa pribadi, lewat “altar call” di gereja, sesi konseling/retret pemulihan dan berbagai cara lain.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius  11:28)

2. Milikilah komunitas yang benar!

Terbukalah terhadap setiap masukan mereka, rendah hati untuk menerimanya dan berubah jadi pribadi yang lebih baik!

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani  10:25)

HAVE A HEALTHY RELATIONSHIP!! (disadur dari http://www.bosanchez.ph)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: