RELATIONSHIP DOES MATTER!

Salah satu “goal” yang tercantum dalam halaman tengah INSIDE edisi perdana adalah “Relationship”. (Goal pertama, “Money”, sudah kita bahas di edisi lalu, Januari 2010!). Kenapa masalah “hubungan” ikutan “nongkrong” sebagai salah satu “goal” penting?

Satu: karena memiliki hubungan dengan berbagai macam tipe manusia itu punya banyak keuntungan, buat diri sendiri/orang lain.

Dua: karena Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial alias bukan hidup seorang diri. Itu sebabnya, manusia yang tidak punya hubungan baik dengan siapapun hidupnya dipastikan “tidak bahagia”.

Tiga: menjalin hubungan itu gampang-gampang susah dan susah-susah gampang.

Nah! Atas ketiga alasan itulah maka kita akan belajar beberapa hal:

#1-Hal yang dibutuhkan dalam sebuah HUBUNGAN (=2C)

Yaitu Communication dan Character! Seperti sebuah jembatan yang dapat menghubungkan dua daerah terisolir menjadi satu, begitulah karakter dan komunikasi akan menghubungkan satu pribadi manusia dengan manusia lainnya!

KOMUNIKASI

Dalam komunikasi yang baik, tidak boleh ada kata-kata ”menyakitkan”, kata kasar, menyela pembicaraan orang lain, mendominasi pembicaraan yang sedang berlangsung, tapi harus pintar menempatkan diri, alias tahu kapan berhenti bicara, kapan harus angkat suara, dan kapan harus mendengarkan (saja). Ingat! Mendengarkan tanpa mengeluarkan suara pun termasuk teknik berkomunikasi yang baik lho! Pengkhotbah  5:1 menulis, “Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.”

Untuk itu, belajarlah berkomunikasi dengan baik dan kita akan dapat menjalin hubungan baik dengan manusia lain. Caranya?

Satu: dekatkan diri dengan orang-orang yang pintar berkomunikasi, atau cari teman-teman yang punya kebiasaan berkomunikasi dengan baik dan benar. Sebaliknya, jauhi teman-teman yang suka bicara kasar, kotor & sembarangan.

Dua: terima masukan dari sekeliling kalau ada dari mereka yang ”sakit hati” karena perkataan kita. Mintalah maaf, dan jangan mengulangi gaya bicara seperti itu.

Tiga: lakukan teknik ”sandwich”, yaitu setiap kali berbicara/menyampaikan koreksi ke orang lain, jangan langsung ”ditembak sampai terkapar”. Tapi ”lapisi” kalimat kita dengan hal-hal yang baik tentang dirinya, mirip ”sandwich” yang disusun berlapis-lapis, yang waktu digigit… hmm… nikmat! Orang yang mendengar perkataan kita tidak akan sakit hati, tapi menerima masukan dengan lapang dada. Ingat, komunikasi bukan untuk ”menyakiti”!

KARAKTER

Kalau temperamen adalah bawaan genetik turun temurun, maka karakter adalah temperamen yang dipengaruhi oleh pola asuh dalam keluarga, pergaulan, dan lingkungan dimana kita hidup. Itu sebabnya, karakter sangat bisa diubah! Pastinya sih berubah dari buruk menjadi baik lho ya. Karena hanya orang berkarakter baiklah yang bisa membangun dan memiliki hubungan baik juga dengan orang lain/di sekitarnya, dimanapun ia TUHAN tempatkan.

Untuk itu, belajarlah untuk memiliki karakter yang baik dan benar seturut Firman Tuhan. Caranya?

Satu: karena seturut Firman Tuhan, pastinya kita kudu rajin membaca Alkitab, supaya tahu mana yang sesuai FT, mana yang enggak!

Dua: milikilah komunitas/teman yang baik dan benar!

Tiga: mau terima masukan dari orang lain dan berubahlah jadi pribadi yang lebih baik!

Beberapa contoh kasus…

Banyak orang pintar berkomunikasi, tapi ternyata tukang tipu (jangan sampe deh ya punya rekan bisnis seperti ini). Beberapa orang dapat berkomunikasi dengan lancar, tapi setiap kali diberi masukan ternyata ”kepala batu” (yang jadi temannya, bisa capek ati). Ada juga orang yang (hanya) pintar bernegosiasi, tapi  (ternyata) pemalas (tidak ada perusahaan yang mau mempekerjakan karyawan dengan karakter seperti ini). Beberapa ahli dalam memberikan presentasi dan mengatur perusahaan, tapi ternyata waktu marah semua barang yang dia pegang dibanting-banting (bos yang aneh?). Ada juga yang pintar berkomunikasi dan ahli ”ngegombalin cewek” tapi ternyata tukang pukul (pikir2 lagi deh untuk menjadikan cowok seperti ini teman hidup kita!).

Itu sebabnya, selain belajar komunikasi, kita harus belajar menjadi pribadi yang berkarakter semakin baik, dari hari ke hari! Karena apa yang kita tabur pasti kita tuai! Kalau kita menabur ‘kejahatan’ dan tipu muslihat lewat kemampuan kita berkomunikasi dan mengabaikan karakter yang baik, kita pasti menerima “ganjarannya”!

#2-Hal yang harus dibuang dari sebuah HUBUNGAN (=2S)

Yaitu Sirik dan Sombong! Filipi 2:3 menuliskan (Contemporary English Version), “Don’t be jealous or proud, but be humble and consider others more important than yourselves.” (Jangan sirik atau sombong, tapi rendah hatilah dan anggaplah orang lain lebih penting ketimbang dirimu sendiri-terjemahan bebas, Red)

Jadi orang, jangan suka sirik sama yang lain. Untuk terbebas dari rasa sirik, banyak-banyak berdoa minta tuntunan TUHAN apa panggilanNYA yang harus kita hidupi secara maksimal! Jadi kalau liat orang lain sukses di bidangnya, kita melihat tanpa rasa sirik, karena kita tahu pasti TUHAN punya tujuan lain yang harus kita jalani!

Begitu juga dengan kesombongan. Apa yang kita punyai sekarang, semuanya tidak bersifat abadi lho, sewaktu-waktu bisa hilang dari genggaman tanpa peduli seberapa erat kita menggenggam. Jadi, jangan pernah tinggi hati atau memandang rendah orang lain. Bukan mustahil kalau orang yang kita anggap “rendah”, satu saat justru akan menolong waktu kita butuh bantuan! Hubungan yang pernah, sedang atau akan kita jalin dengan siapapun tidak perlu “rusak” gara-gara kesombongan kita, kan? Pasti!

Di atas semuanya, mintalah hikmat dari TUHAN Yesus dalam segala hal yang akan kita lakukan, maka DIA akan memberikan apa yang kita butuhkan! Selamat memiliki hubungan yang semakin baik dari hari ke hari dan nikmati kesuksesan lewat jejaring hubungan yang pernah, sedang dan akan kita bangun dengan siapapun! God bless you!! (LLS, dari berbagai sumber-INSIDE)


MENURUT KAMU, GAMBARAN SAHABAT SEJATI ITU SEPERTI APA?

Lina, Wedding Planner

Orang yang selalu terbuka dlm segala, yang memberitahukan ke kita sisi negatif n positif

Debora, Desain Grafis

Nggak cm blng “gw dukung pendapat lu” tapi dia harus punya alasan knp ngedukung gw atau nolak pendapat gw.

Liemdawarti Wenardi, Wiraswasta
Seseorang yang selalu menemani kita tidak hanya dalam suka, tapi juga dalam duka, bisa menerima kita bukan hanya kelebihan tapi juga kekurangan kita, tidak hanya mementingkan diri sendiri tapi juga bisa melihat kepentingan orang lain.

Christian Koesoema, Wiraswasta

Ga muluk2. Menurut gue sahabat sejati adl bisa ketawa bareng, nangis bareng en ngegosip bareng, wkwkwk…

Sielin, Management Trainee

Sahabat yg mau terima sahabatnya apa adanya (kekurangan n kelebihannya), n tidak menuntut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: