The Truth Behind How We Manage Money

Krisis keuangan global yang baru saja menimpa, merupakan salah satu fenomena dari pengelolaan yang salah atas uang. Dan menurut Mr. Alan Greenspan, seorang mantan pimpinan Federal Reserve Amerika Serikat, krisis yang pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda akan tetapi didasari oleh satu alasan, sifat dasar manusia yang tamak.

Pendiri dari Crown Financial Ministries Dr Larry Burkett, seorang yang menghabiskan hidupnya dalam mempelajari keuangan bukan hanya dari dunia bisnis tapi juga dari sisi Firman Tuhan telah membawanya kepada satu kesimpulan. Yaitu bahwa kehidupan keuangan kita merupakan cerminan kehidupan rohani kita. Tidaklah heran, ketika berurusan dengan uang terkadang kita dapat melihat dimana hati seseorang berada dan sifat sesungguhnya tersingkap. Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada (Matius 6:21).

Sesungguhnya di Alkitab ada sekitar 400 ayat berbicara tentang keselamatan dan 500 ayat berbicara tentang doa akan tetapi ada 2.350 ayat berbicara tentang uang dan harta benda. Pernahkah kita berpikir mengapa Alkitab begitu banyak berbicara tentang uang dan harta benda? Merujuk kepada cerita tentang orang muda kaya yang tidak mau melepaskan hartanya demi mengikut Tuhan Yesus, menjelaskan betapa kekayaan yang dimilikinya telah menimbulkan kesukaran besar bagi dia untuk masuk dalam kerajaan surga (Lukas 18:18-24).

Kita juga menyadari Alkitab berbicara di 1 Timotius 6:10  bahwa “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang”. Dan ini benar, karena uang masih menjadi motif nomor 1 untuk tindakan kriminalitas. Bahkan lebih jauh Dr. Larry Burkett mengatakan bahwa uang dalah musuh nomor 1 bagi kasih kita terhadap Tuhan Yesus Kristus. Dan Firman Tuhan di dalam Matius 6:24 mengatakan bahwa satu-satunya ilah yang disejajarkan dengan Tuhan Yesus Kristus adalah mamon.

Alkitab sedari mula telah memperingatkan kita akan bahaya kekayaan. Namun itu tidak menyurutkan keinginan manusia dari jaman ke jaman untuk mengejarnya hingga menjual iman mereka. Kalau kita cermati dari sejarah, maka kekristenan tidak pernah bisa dibendung dengan siksaan dan aniaya, tetapi iman kekristenan bisa menjadi kandas karena isu materialisme.

Keuangan yang berkemenangan menuntut setiap orang Kristen sejati harus memiliki pegertian benar tentang kepemilikan (Ownership) dan kepengelolaan (Stewardship). Sadarilah bahwa yang empunya segala harta kekayaan adalah Dia dan kita hanyalah seorang pengelola, maka kita menjadi benar-benar merdeka dari semua jerat bahaya keuangan yang diperingatkan oleh Firman Tuhan.

Pertanyaan terakhir, Tuhan atau mamonkah yang ada di hati kita? (Yausianata, konsultan keuangan, anggota Crown Financial Ministries Indonesia-CFMI)

“The way we manage our money is an external expression of an internal spiritual condition” – Dr. Larry Burkett –

Profil Penulis

Penulis lahir di kota Jambi dan telah aktif melayani di ladang Tuhan sejak lahir baru di tahun 1994. Pada tahun 1996, memenuhi panggilannya untuk ke Jakarta untuk melanjutkan studi di kampus dimana Tuhan tempatkan.  Penulis saat ini merupakan salah satu tim kepemimpinan di jemaat lokal Gereja Bethel Indonesia, serta pernah aktif di beberapa bidang pelayanan sepert Target Campus Ministry, Campus Network, rêp ministry, Growing Leaders serta Crown Financial Ministry. Dengan latar belakang lulusan Magister Akuntansi, saat ini bekerja sebagai konsultan keuangan di sebuah perusahaan internasional terkemuka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: