Mengenal Temperamen

Temperamen adalah kombinasi faktor kelahiran yang secara tidak sadar mempengaruhi perilaku kita (karakter berasal dari temperamen ditambah pengalaman masa kecil, pendidikan, kepercayaan, motivasi).

Nah! Manusia punya 4 temperamen dasar dan masing-masing manusia paling tidak punya dua gabungan temperamen. Apa sajakah itu? Yaitu: Dominan (dulu disebut “Kolerik”, sudah tahu dari katanya kan? Orangnya pastinya emang suka mendominasi), Intim (dulu “Sanguin”, kalau yang ini sukanya rame-rame dan punya semboyan, “makan gak makan yang penting ngumpul!”), Cermat (dulu “Melankolis”, nah kalau sama yang ini kita kudu hati-hati bicara/bertindak di depan mereka, salah dikit pasti dikoreksi…), Stabil (dulu “Flegmatis”, kalau ini si “cuek bebek”…).

Gabungan temperamen

Kalau seseorang punya gabungan temperamen: Dominan+Intim, maka dia adalah orang yang AKTIF.

Gabungan: Dominan+Cermat, membuat seseorang dengan temperamen itu akan lebih berorientasi kepada tugas/TASK oriented.

Gabungan: Cermat+Stabil, sama dengan orang yang PASIF.

Gabungan: Stabil+Intim, sama dengan orang yang PEOPLE oriented/lebih berorientasi kepada orang alias lebih suka “ngumpul rame-rame bareng temen”.

BAGAIMANA MENJALIN KOMUNIKASI?

Untuk bisa saling berkomunikasi dengan orang lain yang punya temperamen tidak sama dengan kita, maka berikut tip-tipnya:

Dengan orang DOMINAN:

  1. Bicaralah to the point dan cepat (bicara cepat, bertindak cepat) jangan berputar-putar, dan berlama-lama.
  2. Bersikaplah tegas, jangan suka kompromi.
  3. Koreksi caranya, jangan hakimi hasil dari tindakan orang DOMINAN.
  4. Beri masukan tentang perasaan dan pikiran orang lain, jangan membiarkan orang DOMINAN tidak peka terhadap perasaan dan pikiran orang lain.
  5. Berikan usulan, jangan menggurui.
  6. Gunakan teknik “bertanya”, bukan memberi pernyataan (secara orang DOMINAN, nanti dibilang kita merasa sok lebih pintar dari dia, gawat kan..?).
  7. Gali pendapat/pemikirannya, bukan mendikte pikirannya. (karena bakalan ditolak tuh!)

Dengan orang INTIM:

  1. Dengar dulu apa yang mau dia bicarakan, dan biarkan dia bercerita, jangan langsung kita tolak/potong dengan drastis.
  2. Selagi dia bercerita, temukan inti ceritanya, jangan ditanggapi semua (nanti nggak selesai-selesai tuh ceritanya, bisa berjam-jam).
  3. Terima dia apa adanya, jangan langsung pasang jarak.
  4. Mengerti perasaan-perasaannya, jangan tanya alasan secara logisnya (karena orang INTIM lebih mengedepankan perasaan ketimbang logika).
  5. Dukung apa yang dia lakukan, jangan dianggap “biasa-biasa” saja/disamaratakan dengan apa yang orang lain lakukan.
  6. Beri nasihat berdasarkan pengalaman orang lain (karena orang INTIM adalah “People Oriented”, bukan nasihat yang umum, dan belum dilakukan orang lain.
  7. Beri arahan yang jelas, jangan yang umum.
  8. Tegur dengan pengertian, jangan melakukan koreksi secara tajam.

Dengan orang STABIL:

  1. Pancing dia dengan pertanyaan yang detil, jangan disuruh bercerita.
  2. Mengertilah alasannya kenapa melakukan tindakan tertentu, jangan dianggap sama dengan yang lain.
  3. Terima kelemahannya, bukan dihakimi.
  4. Dorong dia dengan motivasi, bukan dipaksa.
  5. Koreksi dengan alasan jelas, bukan tanpa alasan.
  6. Puji usaha dan prestasinya, jangan dicuekin.
  7. Lindungi orang STABIL dari konflik, jangan malah diperhadapkan.
  8. Bantu kelemahannya, bukan dibiarkan menghadapi masalahnya sendiri.
  9. Arahkan dia dengan follow-up berkala, jangan tanpa follow-up.

Dengan orang CERMAT:

  1. Koreksi cara dan hasil yang telah dia dapatkan, bukan menyerang pribadinya.
  2. Beri masukan yang rinci, jangan yang terlalu umum.
  3. Beri nasihat yang sistematis, alasan yang tepat jangan yang gak jelas.
  4. Orang cermat butuh fakta yang akurat, bukan yang tidak masuk akal.
  5. Bantu untuk mengambil keputusan, jangan ikutan ngambang, nanti dia tambah bingung.
  6. Dorong dia untuk terus maju, jangan dibiarkan sendiri.
  7. Beri dukungan melalui pihak yang tepat, jangan dari pihak yang tidak berotoritas.
  8. Ajak dia melupakan yang negatif, jangan biarkan dia bekerja dengan ragu gara-gara ada hal yang negatif itu tadi.
  9. Bangun kepercayaan dirinya berdasarkan kekuatannya, bukan cuma lewat kata-kata saja.

Selamat memahami temperaman orang-orang yang Tuhan percayakan kepadamu, entahkah itu teman, keluarga, atasan, rekan kerja, dll!! (INSIDE-Seminar “Effective Communication” GBI Rayon 1C)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: